Blog Posts - Koran Tempo



Bagindali

TEPAT ketika telinganya menempel di lasah, terdengar suara ledakan dari arah lapan di seberang lembah depan rumahnya, dan sesuatu berwarna-warni mencuat ke langit. Jantung Bugiali berhenti berdetak bersamaan dengan berhentinya suara jangkrik, belalan...
by Kliping Sastra Indonesia on Dec 19, 2016

Jenggot

SEJAK pertama melihat Kamdu di pesta itu, hal yang paling menarik sekaligus memualkan saya adalah jenggotnya. Terus terang, jenggot inilah yang membuat saya melihat Kamdu lebih saksama. Mula-mula saya melihat jenggotnya biasa-biasa saja, sejenis ramb...
by Kliping Sastra Indonesia on Dec 12, 2016

Empat Aku

Aku yang PertamaJADI, keputusan ini akhirnya kuambil: aku harus membunuh aku yang ketiga. Kupikir ia sudah menjadi bedebah sejati yang memang layak untuk mati. Mulutnya busuk, sebusuk otaknya. Aku sampai berpikir bahwa saat sang pencipta menciptakann...
by Kliping Sastra Indonesia on Nov 30, 2016

Tukang Kebun

IA melihat garis. Mula-mula samar, lalu pelan-pelan semakin tegas. Garis tak lurus yang membentuk batas antara benda di bawah dengan ruang kosong di atasnya. Itu garis pegunungan, dan langit di atasnya menampakkan berkas sinar kekuningan. Matanya ia...
by Kliping Sastra Indonesia on Nov 22, 2016

Belukar Kecapi - Fabel Alam

Belukar KecapiEngkaulah matahari—dan aku rumput pagi hari.Bila burung-burung beterbanganke arah senja, aku akan matimeninggalkan puisi.Engkaulah hujan—dan aku bunga bermekaran.Di antara kegaiban udara dan hijauyang bergeletaran, setiap kataadalah...
by Kliping Sastra Indonesia on Sep 5, 2016

Bulan Merah

KREET,  Kreeet. Lia membuka matanya. Suara itu sangat menganggu, seperti memaksa masuk ke dalam tidurnya.”Ling, itu kamu?”Kreet…. Kreeet.Lia bangkit dari ranjang. Beberapa jenak ia berjuang mengakurkan matanya dengan cahay almpu 8 watt di...
by Kliping Sastra Indonesia on Sep 4, 2016

Catatan Sel 12 - Rumah Gunung - Cinta - Bunga Liar dan Burung-Burung - Lidah Mati

Catatan Sel 12Sel nomor 12 mencatat namaseorang penyair perempuanyang menembak burung kenaridi taman kebunnyasendiriIa menjadi legenda bagi para pembunuhbertangan hitam yang selalu mengasah pisaunyadiam-diam.Mereka menuliskannyadi catatan harian,pada...
by Kliping Sastra Indonesia on Aug 21, 2016

Mantra

BERKELILING mencari para pemburu babi yang dilihat istrinya siang tadi, Maq Colaq memasuki sebuah kampung, tempat rumah-rumah berjejer dan orang-orang berjalan hilir-mudik. Ia melihat perempuan-perempuan yang membawa sesuatu yang seperti labu co...
by Kliping Sastra Indonesia on Aug 21, 2016

Ayoveva

SETIAP orang hanya memiliki satu kali kesempatan tinggal di Ajjar. Begitu seseorang jatuh ke dalam dosa, ia akan terusir dari perdesaan berpagar hutan pinus segar itu dan tidak diperbolehkan kembali. Hukum Tuhan juga menyatakan: siapa pun yang menola...
by Kliping Sastra Indonesia on Aug 2, 2016

Di Tanggo Rajo - Arah Ke Tebo - Menuju Maninjau - Lembah Harau - Sindangkerta - Goa Hijau Penuh Kaligrafi

Di Tanggo RajoRiak air seperti pecahan Kristal di tengah keremanganDan senja menyusunnya dalam komposisi yang seimbangSebuah lukisan cahaya tercipt-a di atas permukaan sungaiDeretan warung melatarinya dengan titik-titik lampuMusik malam terdengar dar...
by Kliping Sastra Indonesia on Jul 24, 2016

Buntalan Mikail

MIKAIL melipat mendung, kemudian memasukkannya dalam buntalan bawaannya. Ia hendak beranjak, namun memergokiku yang sedang menatapnya tidak percaya. Seketika aku sadar telah berada pada tempat yang salah."Hai! Kau yang mencuri dari buntalanku?"Aku ha...
by Kliping Sastra Indonesia on Jul 24, 2016

“Madonna and Child”

LANA mengerjapkan mata. Ruang yang sepenuhnya putih. Dinding, lemari, meja dan lampu berdiri. Langit-langit yang tinggi. Dia tidak berada di kamarnya sendiri. (Dinding kamarnya dicat warna magnolia. Satu temboknya dipenuhi stiker dekorasi: sebuah poh...
by Kliping Sastra Indonesia on Jul 18, 2016

Balkon Fajar - Hari Kesembilan

Balkon FajarSinar masuk melewati jaring-jaring rantinglalu memelukmu di balkon. Waktu masih fajardi Ahad penuh burung bernyanyi."Terpana aku di balkon."Lalu kau menghadirkan keringat pertamalewat kenangan. Kau melakukannyasebelum fajar ingin diulang...
by Kliping Sastra Indonesia on Jul 17, 2016

Penjaga Menara

MALAM ini giliran jaga Benjor dan Jorben. Mereka bukan saudara kembar. Cuma kebetulan saja memenuhi syarat menjaga menara paling besar yang jadi landmark di kota ini. Hari ini hari Selasa. Dan seperti Selasa-Selasa yang biasanya, beberapa alat pentin...
by Kliping Sastra Indonesia on Jul 3, 2016

Puisi Mardi Luhung

(1) Sebenarnya kau telah selesai. Tapi, karena ada celah yang mampu membuatmu berputar, kau pun kembali berputar. Dan kembali pulaberlagak damai dengan dengan yang akan menghitungi ulahmu. Dan gelembung sabun yang kau tiup, pun seperti...
by Kliping Sastra Indonesia on Jul 3, 2016

Pesta Ulang Tahunmu di Surga

MALAIKAT yang bertugas mengurus pesta ulang tahunmu di Surga tampak sangat sabar, tetapi memang begitulah mereka semua. Kau mengamatinya, mengamati sebuah daftar di tangannya, dan ia melontarkan pertanyaan-pertanyaan sembari membuat tanda di daftar i...
by Kliping Sastra Indonesia on Jun 21, 2016

Seperti Semut Hitam yang Berjalan di Atas Batu Hitam di Tengah Gelap Malam

KATA seorang pengarang yang kurang terkenal, hidup ini tak serupa matematika di mana segalanya serbapasti, tapi lebih seperti permainan sepak bola yang kerap memunculkan kejutan dan kenyataan tak terduga.Pada siang terik itu, Margono bermaksud pulang...
by Kliping Sastra Indonesia on Jun 20, 2016

Dewi Manyar Putih - Jaka Paksi

Dewi Manyar Putihcinta,cintaku, yang tak kenal lekang,yang sebandel alang-alang dalam cerita rianghanya bersarang dalam dongeng, dalam dongeng belakatapi seorang lelaki asingyang datang dalam mimpi perempuantiga hari berturut-turutdengan kembang dan...
by Kliping Sastra Indonesia on Jun 19, 2016

Cerita Laskar Merah dan Hilangnya Pesawat Terbang di Kampungku

HARI ketika pesawat Merpati Nusantara Airlines dengan registrasi PK-MVS hilang-lenyap dalam penerbangan Jakarta-Padang, diingat orang kampungku sebagai hari penuh kemalangan bagi Kutar bin Katidin. Pada hari itu, dua gigi Kutar nyaris tanggal, pipiny...
by Kliping Sastra Indonesia on Jun 12, 2016

Pada Saat Itu Ada Kilat di Langit

DIA memelukku. Pada saat itu ada kilat di langit. Seekor cacing bersembunyi di bawah daun kering. Gorden di jendela kamar dihembus angin. Sudah dua belas jam aku tidak bertemu dengannya. Ada kabar seorang pengamen misterius sering datang ke peru...
by Kliping Sastra Indonesia on Jun 7, 2016


Trending Topics

Close