Blog Posts - Kumpulan Cerpen



Seiris Prasangka

YES! Ujian kahir semester dua benar-benar rampung juga akhirnya. Fyuuh. Rasanya seperti ada batu super duper besar yanng berhasil diangkat dari kepala ini. Haaa... lega seklai. Selesai ujian dan lulus. Apalagi, kado terindah bagi mahasiswa...
by Kliping Sastra Indonesia on Dec 20, 2016

Kakek dari Tong San

KERAPKALI selepas makan malam kami sekeluarga akan berkumpul di ruang toko jahit yang tak begitu luas itu. Dengan Akong duduk di belakang mejanya yang besar-panjang, tempat ia menggambar dan menggunting pola-pola pakaian (ah, meja peninggalan ka...
by Kliping Sastra Indonesia on Dec 20, 2016

Amarah pada Warna Merah

QOMAR ingin terus menghapus warna merah di setiap penjuru kota. Bahkan ingin sekali membasmi warna itu, ketika kerap kali etrlintas dalam pandangannya. Baginya, merah warna yang menghilangkan kata bahagia dalam hidupnya. Dan karena warna merah j...
by Kliping Sastra Indonesia on Dec 19, 2016

Perempuan Pencemburu

Perempuan pencemburu itu tak pernah lengah sekejap pun mengawasi suaminya. Ia seperti memiliki seribu mata dans ejuta pikiran yang sanggup memberi laporan ke mana suaminya melangkah, di mana berada, dan apa yang dikerjakan."JADI kamu ke perpusta...
by Kliping Sastra Indonesia on Dec 19, 2016

Bagindali

TEPAT ketika telinganya menempel di lasah, terdengar suara ledakan dari arah lapan di seberang lembah depan rumahnya, dan sesuatu berwarna-warni mencuat ke langit. Jantung Bugiali berhenti berdetak bersamaan dengan berhentinya suara jangkrik, belalan...
by Kliping Sastra Indonesia on Dec 19, 2016

Jodoh Pilihan

MALAM itu, aku berteduh di bangunan kosong sambil menyimpulkan kedua lengan pada balutan jaket beludru yang tak cukup tebal. Tiba-tiba saja aku melihat Guntur yang terengah-engah. Baju bolongnya basah kuyup, wajahnya pucat. Kupikir tubuhnya terl...
by Kliping Sastra Indonesia on Dec 19, 2016

Periuk Api

MATAKU terbeliak menyaksikan seekor anjing berak di depan pintu. Dua gundukan kecil kecokelatan bergeming tepat sejemba dari ujung sepatuku. Kata-kata makian hampir saja membanjiri baju dan emper rumah pagi ini, sebelum suara istriku memanggil dari d...
by Kliping Sastra Indonesia on Dec 18, 2016

Pelari Lintas Alam

SUDAH sepuluh jam, tapi jarak antara kami tak juga berubah. Aku mulai bertanya-tanya, apakah hasil perlombaan lalu-lalu akan terulang lagi kali itu? Saking seringnya ia membuatku hanya menjadi yang kedua, aku jadi lebih kenal rupa punggungnya ke...
by Kliping Sastra Indonesia on Dec 18, 2016

Hidup Kita selepas Elegi

GIGI-GIGI mereka belum sepenuhnya rontok ketika maut memanggil tepat pada pergantian tahun. Pada akhirnya, di rumah para lansia itu aku tak sampai hati menyebutnya panti jompo--orangtua kita melihat nenek dan kakek bertahan hidup demikian lama dengan...
by Kliping Sastra Indonesia on Dec 18, 2016

Gadis Kecil dan Lolipop

GADIS kecil itu berdiri di muka pagar rumahnya, tangannya yang mungil menggenggam sebatang lolipop berbentuk hati dengan pita kecil yang mengilap dan sebuah kertas yang tampak terikat di pangkal batang. Permen itu hanya digenggamnya erat-erat. Sement...
by Kliping Sastra Indonesia on Dec 17, 2016

Batik Hijau Pupus

“Hilang?” aku terhenyak tak percaya, memandang Asih yang kelihatan kalut. “Hilang … lagi?”“Ya, Bu,” Asih mengangguk, menegaskan dengan gerai air mata yang mulai menggenang di pelupuk matanya. “Sudah saya cari ke mana-mana.”Aku berge...
by Kliping Sastra Indonesia on Dec 17, 2016

Guci

Wiwid tidak habis mengerti, mengapa mertuanya memberikan guci itu kepadanya. Bukan kepada Mbak Muti atau Tries atau menantunya yang lain. Guci itu diletakkan Wiwid tepat di tengah ruang tamunya yang mungil, setelah ia tidak tahu mau ditaruh di mana l...
by Kliping Sastra Indonesia on Dec 16, 2016

Maria Takut Dimangsa Anjing

MARIA bukan tidak suka ke sekolah. Ia sangat suka matematika dan rapornya tidak pernah dapat merah. Ia anak pintar dan punya 29 piala sejak tiga tahun masuk sekolah dasar. Piala itu didapat dari bermacam-macam prestasi dan lomba. Jadi, bagaimana mung...
by Kliping Sastra Indonesia on Dec 13, 2016

Dari Gigi untuk Gigi

DAN kini pengetahuannya sudah harus diuji. Pantatnya seolah membatu, berat sekali untuk bangkit.Madeali heran, ia tak melihat orang tua tadi keluar melalui pintu. Di dalam pun si Tua tak ada.Perawat menilakannya duduk di depan meja dokter. Dokte...
by Kliping Sastra Indonesia on Dec 13, 2016

W 7088 UZ

DI dalam bus malam W 7088 UZ, aku adalah pengembara kesunyian, yang tak beriman kepada jalan pulang, "Ayo Madiun, Solo, Jogja!" Pukul 00.10, bus hampir terisi penuh. Suasana begitu padat malam ini.ORANG-ORANG berjejal di terminal Bungu...
by Kliping Sastra Indonesia on Dec 13, 2016

Celurit Warisan

Keesokan malam setelah kulantangkan sumpah di halaman balai desa, celurit itu masih di tempat yang sama. Tergantung sungsang pada paku payung berkarat di dinding sebuah kamar yang sudah sekian tahun kau kosongkan. Celurit yang tidak terlalu melengkun...
by Kliping Sastra Indonesia on Dec 13, 2016

Elegi Cikgu Leman

SUARA muazin yang melaungkan azan terdengar parau, di tengah ratusan orang yang tegak mematung tanpa tudung kepala dan duduk mencangkung di atas semak-semak di pinggir sungai yang memadati tepian. Mereka tegak memaku dengan perasaan bermacam bag...
by Kliping Sastra Indonesia on Dec 12, 2016

Kolam Penghabisan

SUARA azan subuh berkumandang dari arah musala yang tak jauh dari rumahku. Aku bangun meski kedua mataku masih terasa berat karena mengantuk. Dengan langkah terhuyung, aku menuju kamar mandi, berwudu dan lalu salat sendirian saja. Sengaja tidak kuban...
by Kliping Sastra Indonesia on Dec 12, 2016

Jenggot

SEJAK pertama melihat Kamdu di pesta itu, hal yang paling menarik sekaligus memualkan saya adalah jenggotnya. Terus terang, jenggot inilah yang membuat saya melihat Kamdu lebih saksama. Mula-mula saya melihat jenggotnya biasa-biasa saja, sejenis ramb...
by Kliping Sastra Indonesia on Dec 12, 2016

Lelaki Pemetik Anggur

APA yang membuat lelaki itu selalu memetik anggur yang pohonnya menjalar hampir memenuhi beranda rumahnya?Pagi sekali, pagi ketika embun masih jatuh di daun-daun yang belum mengenal gaduh, lelaki itu akan keluar rumah. Dengan mata yang kucel, yang me...
by Kliping Sastra Indonesia on Dec 12, 2016


Trending Topics

Close