Blog Posts - Minggu Pagi



Amarah pada Warna Merah

QOMAR ingin terus menghapus warna merah di setiap penjuru kota. Bahkan ingin sekali membasmi warna itu, ketika kerap kali etrlintas dalam pandangannya. Baginya, merah warna yang menghilangkan kata bahagia dalam hidupnya. Dan karena warna merah j...
by Kliping Sastra Indonesia on Dec 19, 2016

Jodoh Pilihan

MALAM itu, aku berteduh di bangunan kosong sambil menyimpulkan kedua lengan pada balutan jaket beludru yang tak cukup tebal. Tiba-tiba saja aku melihat Guntur yang terengah-engah. Baju bolongnya basah kuyup, wajahnya pucat. Kupikir tubuhnya terl...
by Kliping Sastra Indonesia on Dec 19, 2016

Plesetan Pantun Minggu ke-3 Desember 2016

 Pergi ke ladang menanam bayamGandakan uang hukumnya haram--Sri SuyantiPergi ke mana-mana memakai rok miniAurat selalu terbuka minta diteladani--Agus SumediPunya hewan peliharaan angsa risiko kandangnya jadi kotorAyo jaga keutuhan bangsa, jangan...
by Kliping Sastra Indonesia on Dec 18, 2016

Pintu Hijau 19

"PAMAN Malina sebenarnya juga salah satu penjaga di Pintu Hijau. Tapi Paman Debing diberhentikan setelah dia membawa seorang perempuan yang tidak diharapkan di Pintu Hijau. Perempuan itu juga yang menyebabkan kaki kiri Paman Malina dipotong. Dar...
by Kliping Sastra Indonesia on Dec 18, 2016

Maria Takut Dimangsa Anjing

MARIA bukan tidak suka ke sekolah. Ia sangat suka matematika dan rapornya tidak pernah dapat merah. Ia anak pintar dan punya 29 piala sejak tiga tahun masuk sekolah dasar. Piala itu didapat dari bermacam-macam prestasi dan lomba. Jadi, bagaimana mung...
by Kliping Sastra Indonesia on Dec 13, 2016

Bersama Kesepian

AKU tidak berani melirik apalagi menatap tajam, lebih baik tersungkur dalam kesepian. Kesepian yang menjelma menjadi seorang bapak. Bagaimana tidak? Menurutku kebaikan dan kebebasan kesepian telah membawaku kepada ketenangan, memberiku setumpuk arti...
by Kliping Sastra Indonesia on Dec 11, 2016

Pintu Hijau 18

ANDAI pandangan Imah saat itu bisa menjangkau mataku, dia akan menemukan mataku berkaca-kaca. Lagi-lagi aku menunduk.”Malina menganggap sabun yang kamu berikan itu hadiah ulang tahu untuknya.“”Begitukah Malinah, Imah?“ Aku bertanya sambil mem...
by Kliping Sastra Indonesia on Dec 11, 2016

Rejo Malik

APA yang membuatnya berpikir aku mau mati di tempat busuk ini? Bau mesiu dan darah bercampur dengan bau pengap selokan. Lampu jalan biarpet. Pandanganku mulai kabur, juga kesadaranku yang rasa-rasanya sekabur pandanganku. Tapi luka ini masih berasa s...
by Kliping Sastra Indonesia on Sep 5, 2016

Pintu Hijau (4)

AKU datang lagi ke rumah kakek sebagaimana yang diminta kakek pada malam sebelumnya. Masih dengan mengendarai mobil dinas ayah.Di dalam kamar, aku menunggu kakek berbicara dan nantinya aku berniat akan bertanya tentang catatan kemarin malam yang tela...
by Kliping Sastra Indonesia on Sep 4, 2016

Moff dan Ling-ling

KAMU kirimkan padaku sebuah kota dari masa lalu. Dan ketika aku memasuki kota yang kamu kirimkan itu, sebenarnya aku mulai bertanya-tanya; bagaimmana carany akmu menggabungkan oranng-orang dari masa lalu dan masa depan berada sekaligus di dalam...
by Kliping Sastra Indonesia on Aug 29, 2016

Masa Lalu adalah Masa Depanku

"JANGAN kau sebut nama itu. Sekali lagi kau menyebut nama itu, aku akan meloncat dari gedung ini," ancam Mirna, perempuan cantik yang baru tiga bulan ini menjadi kekasihku. Acamannya seepertinya tidak main-main. Ia sudah berdiri di bibir jendela...
by Kliping Sastra Indonesia on Aug 29, 2016

Pintu Hijau (3)

SESAAT kemudian aku merasa semua mata tertuju padaku."Beri Malina waktu untuk memikirkannya," Ibuku menyusul bicara."Ya, benar apa kata Lina," kata Bibi Yuni membenarkan kata-kata ibu pada paman.Perbincangan kami hanya sampai di situ saja. Selan...
by Kliping Sastra Indonesia on Aug 28, 2016

Plesetan Pantun Minggu ke-4 Juni 2016

Beli kecambah ke Bali, mampir ke BanyuwangiSekolah penuh sehari, biaya makan dari Pak Menteri--Suismadi baju baru untuk resepsiIbu guru patut dipuji--BintoroNonton memedi sawah, alat pengusir burungMempertahankan sawah, petani jangan sampai bunt...
by Kliping Sastra Indonesia on Aug 28, 2016

Bandit Cantik

AULA sudah ramai. Malam ini Malam Keakraban Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2016/2017 Universitas Warga Negara. Wajah-wajah ceria emmenuhi aula. Dandanan mereka beragam, sesuai sepera masing-masing. Tema pesta malam ini adalah ekspresi bebas.Miranti be...
by Kliping Sastra Indonesia on Aug 23, 2016

Nama Ibuku: Nates!

AKU masih saja bengong di bangku kelas. BU Guru Sasa memberiku tugas paling menakutkan pada pelajaran Bahasa Indonesia kali ini, menulis puisi tentang ibu. Apa yang akan kutulis. Aku letakkan alat-alat tulisku. Aku bergegas pergi."Saya mau ke be...
by Kliping Sastra Indonesia on Aug 22, 2016

Plesetan Pantun Minggu ke-3 Agustus 2016

Duduk di tepi pantai melihat laut biruJadi orang pandai jangan suka menipu--Dyani WinartiTerbukti ditangkap dihukum matiYang belum terungkap masih misteri--DariyoAda laba-laba di dalam petiJual narkoba dihukum mati--MeitaRujukan:[1] Disalin dari Kolo...
by Kliping Sastra Indonesia on Aug 21, 2016

Angin yang Bergegas - Dingin Talqin Bulan - Tentang Rumah - Pernah Kucatat di Sini - Nostalgia - Moksa - Ilusi - Detak Arloji - Kwatrin 1

Angin yang Bergegasmengapa begitu bergegas menggedor pintu jendelasedang aku belum sempat kenakan topi dan sepatusecangkir kopi telanjur jadi basisedang angin di beranda tak lagi bisa diajak kompromiDingin Talqin Bulanmerayapi dingin dan beku wajah b...
by Kliping Sastra Indonesia on Aug 21, 2016

Pintu Hijau (2)

TERLEBIH lagi, mereka para ibu-ibu itu tak ketinggalan membicarakan terkait dengan tidak pulangnya paman selama enam tahun itu, lengkap dengan dugaan-dugaan yang paman lakukan selama menghilang sampai pada sebab kenapa kaki paman.Mendengar hal s...
by Kliping Sastra Indonesia on Aug 21, 2016

Sebuah Rahasia

HUJAN turun deras ketika aku baru beberapa detik tiba di rumah. Tak hentinya aku bersyukur karena hari ini aku lupa membawa jas hujan. Untung, aku tadi langsung lekas pulang ketika melihat langit sudah nyaris rata tergulung mendung. Padahal tadi...
by Kliping Sastra Indonesia on Aug 16, 2016

Hujan Kontemporer

ADA hujan di dada Lastari. Sepulang dari rumah sakit seakan hujan itu turun. Setiap hari Lastari selalu merasakan ada yang berguguran di tubuhnya. Sembilu yang menghadirkan cahaya mendung dengan arak-arak awan kelabu. Kemudian disusul oleh gericik ai...
by Kliping Sastra Indonesia on Aug 3, 2016


Trending Topics

Close