Blog Posts - Republika



Seiris Prasangka

YES! Ujian kahir semester dua benar-benar rampung juga akhirnya. Fyuuh. Rasanya seperti ada batu super duper besar yanng berhasil diangkat dari kepala ini. Haaa... lega seklai. Selesai ujian dan lulus. Apalagi, kado terindah bagi mahasiswa...
by Kliping Sastra Indonesia on Dec 20, 2016

Elegi Cikgu Leman

SUARA muazin yang melaungkan azan terdengar parau, di tengah ratusan orang yang tegak mematung tanpa tudung kepala dan duduk mencangkung di atas semak-semak di pinggir sungai yang memadati tepian. Mereka tegak memaku dengan perasaan bermacam bag...
by Kliping Sastra Indonesia on Dec 12, 2016

Alif

SOLIHIN menatap sedih ke arah putra bungsunya, Rizal. Usia putra bungsunya tersebut sudah dewasa, 27 tahun, usia yang sudah seharusnya cukup dalam berumah tangga? Atau setidaknya di usia tersebut seharusnya sudah mempunyai pekerjaan tetap, tapi...
by Kliping Sastra Indonesia on Dec 6, 2016

Emak Pergi

BAGI seorang lelaki, adakah kebahagiaan yang lebih besar daripada melihat anak-anaknya bersenda gurau dengan ibunda tercinta?Paling tidak itulah yang kurasakan. Aku selalu berdoa agar emak dan anak-anakku bisa bermain, tertawa, dan bercanda-gura...
by Kliping Sastra Indonesia on Aug 30, 2016

Intro Sepi - Tawang Mangu - Jalang - Agro - Patah - Malam Pertama

Intro Sepi1#Sejak ibu pergiaku konyal-konyilmerawat sepi2#Rumah hampadinding piatumenandai sendiriku3#Jendela pintukini membekumemunggungi sang waktuSolo, 2016Tawang Mangu1#Di bawah cemaraCinta patahTergerus mitos entah2#Dingin di jalanmuItu kenangan...
by Kliping Sastra Indonesia on Aug 28, 2016

Calon Imam

HAIDA hannya memiliki satu hati, dan akan ia labuhkan sepenuhnya pada 'kekasih halalnya'. Tapi, siapa? gadis itu berada dalam  kegamangan. Bukan karena tak ada satu lelaki pun yang ingin mempersuntingnya. Oh, andai memang hanya ada satu, mu...
by Kliping Sastra Indonesia on Aug 23, 2016

Pintu Belakang Kiai Suleman

"KIAI palsu! Ulama su'!" Kata-kata itu terus terngiang di telinga Kiai Suleman. Kata-kata itu serupa tumpahan air hujan yang tiba-tiba turun dari langit dan menderas, tanpa Kiaia Suleman menahan. Oh ya, Kia Suleman memang sengaja tidak menahan.
by Kliping Sastra Indonesia on Aug 16, 2016

Lily

“LILY, kamu besok sudah bisa mengikuti upacara bendera tujuh belasan,” kata Bu Indah, mencegat anak itu yang hendak bergegas keluar dari kelas. Sementara anak-anak yang lain sudah berhamburan keluar, pulang ke rumah masing-masing.Dengan girang, L...
by Kliping Sastra Indonesia on Aug 1, 2016

Sebelum Waktu Menyusut - Cahaya Lembah Biru - Tengah Hari - Peronce Kata - Selalu Kau Impikan - Daun-Daun Gugur - Di Depan Cermin

Sebelum Waktu MenyusutSebelum waktu menyusut, ia telahkembali ke rengkuhan cahayamelepaskan kelongsong kegelapandi belakangDibekap kegelapan, membuat hidupmegap-megap. Dan sejauh melangkahhanya menemu jalan buntuhari-hari serasa disayat sembiluItulah...
by Kliping Sastra Indonesia on Jul 31, 2016

Doa

Aku menunggu kabar. Bukan dari keluarga, melainkan dari orang yang tak begitu kukenal. Sebab, ia pernah meminta adoa padaku, tidak karena sebuah kebetulan, tapi kesengajaan.Bagaimana mungkin kulupakan saat itu, saat sebuah peristiwa mati suri yang me...
by Kliping Sastra Indonesia on Jul 26, 2016

Dinding Utara Lift

KULIHAT ibu memejamkan mata, mungkin sedang berdoa. Ketika ia membuka mata, pintu lift sudah terbuka di depan kami Beberapa orang di dalam lift menghambur keluar."Ibu siap?" tanyaku pada perempuan yang sangat kuhormati itu. Ia mengangguk perlaha...
by Kliping Sastra Indonesia on Jul 4, 2016

Surat Terakhir Ibu

"RADHAN, berhentilah menangis! Tiada lagi yang perlu ditangisi," pinta Lili yang kian lama kesalnya membuncah.Radhan, begitu Ramadhan kecil dipanggil yang terus saja menangis. Ia lari ke pojok rumah, duduk. Ditarik kuat oleh Lili pun tak sanggup...
by Kliping Sastra Indonesia on Jun 21, 2016

Jejalon Ibu

ITU irisannya yang ke-10 setelah aku mulai mengajaknya bicara, tetapi belum juga ada tanggapan. Kembali aku menghitung sampai ke angka 23, dan Ibu masih diam. Seperempat lagi menjelang irisan ke-24 jari telunjuk kiri Ibu berdarah. Aku menahan un...
by Kliping Sastra Indonesia on Jun 14, 2016

Rindu Annuqayah - Kidung Asap

Rindu AnnuqayahRinduku padamu merah darahYang mengalir di sungai urat-uratkuUndakan masjidmu tempat naik-turun ketakwaankuDi dalam dekat sebuah pilar marmer aku dengan-Nya saling cumbuSambil menunggu allahummagfirlah guruyang istiqamahdalam mengajari...
by Kliping Sastra Indonesia on Jun 12, 2016

Mencintai dalam Diam

LONCENG jam dinding berbunyi empat kali. Sudah lebih satu jam aku shalat tahajud. berkali-kali aku mencoba menahan air mata ini, tapi akhirnya tumpah juga bagai air bah. Bahkan, tanpa sadar aku sesenggukan.Safiya bergegas menghampiriku. Ia mengg...
by Kliping Sastra Indonesia on Jun 7, 2016

Reuni

Saya baru merasakan kalau waktu itu seperti mengejar ekor layang-layang putus. Sampai napas ini hampir habis, tak sekali pun dia mau mampir di tangkapan. Hari seperti berlari. Pekan tak sampai dikejar. Bulan menggelinding penuh kecepatan. Dan tahun y...
by Kliping Sastra Indonesia on May 15, 2016

Kukuyaan

Petir menggelegar mencabik udara. Ia datang tak sendirian. Bersama dengan arakan mega kelabu, ia menebar teror di seluruh sudut Kota Bandung. Aku tengadah. Kusadari hujan akan menyapaku segera.Aku tahu kau sangat membenci hujan. Kau mengutuki kemarau...
by Kliping Sastra Indonesia on May 9, 2016

Kisah Cinta yang Dungu

Gerimis baru saja reda. Senja tersaput mendung yang murung. Orang-orang bergegas dengan terburu: berlalu lalang dengan wajah panik memasuki ruang tunggu kereta di stasiun Tugu. Aroma perpisahan mengendap di setiap sudut stasiun. Pun ditambah der...
by Kliping Sastra Indonesia on Apr 24, 2016

Pak Kodir

ORANG-ORANG berkumpul di masjid pagi itu, menonton seorang ahli ibadah sedang berada dalam posisi sujud selama lebih dari satu jam. Tentu saja beliau sudah mangkat... Orang memanggilnya Pak Kodir. Sehari-hari jualan soto di pertigaan dan semua orang...
by Kliping Sastra Indonesia on Apr 18, 2016

Goresan Melodi Kehidupan - Rindu - Sendiri - Katamu - Fitnah

Goresan Melodi KehidupanMungkin goresanku buruk Tapi tidak berarti terpuruk Sebab pemandangan indah sebenarnya Tetap hadir di hati bagai melodi surgawinya (Lantai 3 Ponpes Musyq Kudus, Keheningan jelang Fajar 25- 01-2016)&nbs...
by Kliping Sastra Indonesia on Apr 17, 2016


Trending Topics

Close