Blog Posts - Sunlie Thomas Alexander



Kakek dari Tong San

KERAPKALI selepas makan malam kami sekeluarga akan berkumpul di ruang toko jahit yang tak begitu luas itu. Dengan Akong duduk di belakang mejanya yang besar-panjang, tempat ia menggambar dan menggunting pola-pola pakaian (ah, meja peninggalan ka...
by Kliping Sastra Indonesia on Dec 20, 2016

Tiong Hoa Hwee Koan

Tiong Hoa Hwee Koan (ypn, belinyu) 1/ empat kitab, lima pustaka yang mulia takkan bangkitkan sang nagadari lelap tidur panjangnya sebab itu kita kudu berpaling ke ufuk barat, ke ufuk barat; tempat rel-rel kereta api diba...
by Kliping Sastra Indonesia on Feb 21, 2016

Judi Kodok-Kodok

DULU saat aku masih kecil, di kampung kami semua orang bisa bermain judi dengan bebas dan riang di teras rumah, pekarangan, bahkan di pinggir jalan, tanpa harus takut diciduk polisi atau sekadar diganggu tentara yang datang meminta uang dengan p...
by Kliping Sastra Indonesia on Feb 7, 2016

Dongeng Peranakan - Lanskap Leluhur - Liu Ngie

Dongeng Peranakan--maxine hong kingston-- kau tahu, bilamana daun-dauntak lagi kembali ke akar: bibit berakar di tempat jatuh!begitulah mereka memungut umpamahelai demi helai, sambil mengenang    suatu musim gugur kelabunamun di atas t...
by Kliping Sastra Indonesia on Feb 7, 2016

Getah Nangka - Lendir Bekicot - Mengisi Teka-Teki Silang

Getah Nangkapernah memang kami                muliakan sebatang nangkaberbuah lebat di halaman rumah,tempat semut-semut rangrang bersarang                seolah para penj...
by Kliping Sastra Indonesia on Feb 7, 2016

Burung Kuwok - Nelayan Siam - Duke Island - Tjang 11

Burung Kuwok*/1/di malam-malam bulan matikah, abang?   sebutir bawang mesti menjelma      jadi penangkal bala di bawah bantalsejak mula telah kau amsal kuwokkusebagai perlambang kesialan      penenung ke a...
by Kliping Sastra Indonesia on Jan 24, 2016

Hikayat Tukang Ratap Terakhir

DULU, bertahun-tahun yang silam di kota kecilku, setiap kematian orang Tionghoa tak hanya diratapi oleh sanak-keluarganya. Tetapi juga oleh para tukang ratap yang khusus dibayar untuk menangisi kepergian si mati. Kiau Ma, demikianlah kami menyebut pr...
by Kliping Sastra Indonesia on Nov 24, 2015

Paspor Nenek - Mengenang Mimpi Suatu Pagi - Migrasi ke Bangka

Paspor Nenekdi lembaran yang menguning,masih saja terbacatitimangsa kusam itu:swatow, 11 november 1936dan di matamu, seketika terbayanglahtahun-tahun yang lusuh: sisa semang revolusi,juga ancaman invasi"ya, sebelum jepang makin mendekat ke arahselata...
by Kliping Sastra Indonesia on Nov 15, 2015

Ateng

SETIAPKALI emlihat anak-anak atau remaja bermain sepak bola di tanah lapang, entahlah, aku selalu teringat pada Ateng.Ah, bukan. Ia bukan pemain bola dari kesebelasan kampung manapun. Ia cuma seorang bocah kecil penjual es bungkus batangan yang...
by Kliping Sastra Indonesia on Aug 18, 2015

Kenangan pada Sebuah Pertandingan

LAPANGAN yang tak adil, kata Aswin. Bek kanan yang tangguh, tapi mudah terpancing emosi. Ia tidak membenarkan, tak juga menyangkal.Pemain lawan juga sering mengeluh jika bertanding di lapangan sepak bola kampungnya itu. Kesebelasan yang mendapat gili...
by Kliping Sastra Indonesia on Jul 6, 2015

Sunat

PERCAYAKAH Anda? Kalau di kampung halamanku, khitan atau yang lebih kerap kita sebut sunat, tak hanya membuat anak-anak Melayu menjelang akil baliq menangis ketakutan setiapkali mendengarnya, tetapi juga anak-anak Tionghoa. Ya, kendati mereka mungkin...
by Kliping Sastra Indonesia on Jun 22, 2015

Silsilah Ruko Tua

Silsilah Ruko Tuaini ruko, dari luar segala nampak: sukacitamendiang buyut menjelma mesin jahit tuan,sisa keluletannya menyaru sebagai pakaiandi hanger dan rak-rak panjang, melambailahuntung-rugi niagaseumpama kain-kain pajangan"jika sedang sepi toko...
by Kliping Sastra Indonesia on Feb 22, 2015

Gara-Gara Angpau

KWET Liong ditangkap polisi pada hari ketiga Sin Cia. Hari yang oleh para tetua masih diyakini sebagai hari kurang baik di tengah sukacita pestaa musim semi berlimpah hoki. Ada apa gerangan? Apa yang terjadi?Ah, sesungguhnya kejadian tak terduga yang...
by Kliping Sastra Indonesia on Feb 22, 2015

Akong

KAKEKKU, Tjen Sauw Tjung, meninggal dunia pada 22 Juni 1986 dalam usia 78 tahun, tepat ketika Diego Maradona menyarangkan bola dengan tangannya ke gawang Peter Shilton dalam perempat final Piala Dunia di Meksiko. Hanya beberapa detik selepas gol pali...
by Kliping Sastra Indonesia on Dec 14, 2014


Trending Topics

Close