Esai dan Opini | Literasi Nusantara Blog Posts

  • Kesederhanaan di Balik Sepotong KejutanLima Besar Buku Puisi Kusala Sastra Khatulistiwa 2015DALAM jagat penciptaan puisi, salah satu persoalan terpenting adalah mempertemukan puisi dengan pembaca. Bagaimana seorang penyair mesti menulis puisi yang tidak sekadar ceramah berbalut penampilan...
  • Korrie Layun Rampan, Keteguhan Sang Penyair di Jalan Sepi dan Pesan Kepada PenerbitUSIADi laut kebar layar, silhuet gemetarDi darat tunas tunas tumbuh, tunggul terbakar.Bianglala, keranda diusungDuka, bayang bayang murung(Korrie Layun Rampan, 1975)Sajak "Usia" dari penyair Korrie Layun Rampan itu dinukil dari sajak-sajak Korrie yan...
  • Pahlawan di Dalam Diri
    on Nov 17, 2015 in Kolom Opini Yudi Latif
    Krisis kebangsaan takkan pernah bisa menemukan penyelesaian apabila rakyat terus memandang kepahlawanan sebagai sesuatu yang berada di luar dirinya. Ketimbang terus menunggu kedatangan pahlawan di luar sana, lebih baik warga menghidupkan kekuatan kep...
  • Berkicau
    on Nov 16, 2015 in Kolom Parodi Samuel Mulia
    Setiap pagi saya membaca sejuta kicauan yang dibuat sejuta manusia di media sosial. Ritual ini sudah mirip ritual makan pagi. Bahkan kalau makan pagi berhenti setelah pukul tujuh, membaca kicauan yang sejuta banyaknya itu sering kali berlanjut pada s...
  • Paris Diserang Lagi
    on Nov 16, 2015 in Jean Couteau Kolom Kompas Opini
    ”Jean...Ada serangan teroris di Paris. Mungkin sampai 150 orang mati”. Berita itu jatuh begitu saya, tadi, di dalam bentuk pesan singkat ketika saya sedang asyik menikmati keragaman ala Indonesia di Borobudur Writers and Culture Festival. Astaga!
  • Pengarang dan Honorarium
    on Nov 12, 2015 in Kompas Korrie Layun Rampan Opini
    Pada zaman Orde Baru pernah terjadi boom ekonomi bagi pengarang, penulis, dan sastrawan Indonesia dalam Proyek Inpres.Waktu itu, pengarang diberi kebebasan menulis dan menerbitkannya. Maraklah penerbit di semua provinsi dan lahir para pengarang muda.
  • Parodi: I Wish
    on Nov 10, 2015 in Kolom Opini Parodi Samuel Mulia
    Setelah beberapa kali menyaksikan serial televisi Scandal, baru belakangan ini timbul pertanyaan. Apakah setiap manusia itu berhak jatuh cinta kepada siapa pun? Termasuk jatuh cinta kepada pasangan orang lain yang sudah menikah? Bubur ayamJatuh...
  • Udar: kemarin dan Esok adalah Hari Ini
    on Nov 9, 2015 in Bre Redana Kolom Kompas Opini
    Pada seputar Hari Sumpah Pemuda akhir Oktober lalu, perbincangan yang berkaitan dengan bahasa Indonesia terjadi di mana-mana, termasuk di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia. Di situ saya salah satu pembicara. Diskusi berhubungan dengan kritik...
  • Psikologi: Berdiri di Atas kaki SendiriSuara yang terpenting dalam interaksi kita dengan orang lain adalah suara hati kita sendiri. Kita membutuhkan diri kita sendiri untuk mengamati, memproses informasi yang datang.Kita seyogianya memanfaatkan suara kuat untuk memahami relasi yang telah...
  • Menghidupi Sastra Etnik
    on Oct 27, 2015 in Esai Gaya Hidup Kompas Suyanto
    Tulisan IB Putera Manuaba, Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Unair, Surabaya (Kompas Minggu, 6 September 2015 halaman 27), akan menginspirasi banyak pihak. Sastra etnis dalam kacamata antropologi jelas berkaitan dengan manusia sebagai pencipta sastra,...
  • Suparto Brata, Sastra Jawa Sepanjang Hayat
    on Sep 22, 2015 in Gaya Hidup Kompas Kushartati Obituari
    Di kalangan penulis yang menggunakan bahasa Jawa untuk mencipta, Suparto Brata, biasa dipanggil Pak Parto oleh para koleganya sesama penulis, adalah ikon. Namun, ikon itu, pada 11 September pukul 21.45, telah dipanggil Sang Khalik setelah menderita s...
  • Sastra Etnik di Tengah Budaya Global
    on Sep 8, 2015 in Esai IB Putera Manuaba Kompas Opini
    Setiap bangsa di dunia terbangun dari etniknya masing-masing. Bangsa yang berada dalam satu dataran pasti berbeda dengan bangsa yang terpisah-pisah. Sebuah bangsa dalam satu dataran etniknya cenderung lebih tak beragam dibandingkan dengan negara kepu...
  • Kemerdekaan dan Orang Mencari SuakaSAYA Kevin dari Australia. Tahun 1979 kawin dengan wanita Yogya. Saat ini dan hampir setiap tahun berada di Yogyakarta, terutama menjelang Kemerdekaan RI. Saya tidak tahu persis, ada perasaan gembira dan kehangatan tersendiri tentang Indonesia. Baran...
  • Rasisme Seksual, yang Juga Seksis
    on Aug 17, 2015 in Gaya Hidup Jean Couteau Kompas
    Sepak bola amat cantik sebagai pertandingan. Namun, di seputarnya kerap terdapat hal-hal yang kurang cantik, yang mengungkap segi-segi primer masyarakat. Mungkin Anda mengingat skandal yang beberapa waktu yang lalu melibatkan tiga pemain Leicester Cl...
  • Strategi Estetik Kuntowijoyo dan Umar KayamSTRATEGI estetik selalu dibutuhkan bagi setiap penulis karya sastra, baik cerpen, novel maupun puisi. Strategi estetik bisa dipahami sebagai pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan perwujudan/pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi...
  • Jejak Pantun dan Syair
    on Aug 10, 2015 in Esai Kompas Matdon
    Di harian Kompas edisi 3 Mei 2015 halaman 27, saya membaca sebuah tulisan Maman S Mahayana berjudul Dinamika Pantun dan Syair. Dia mempertanyakan, ”Benarkah kini reputasi pantun seolah-olah terkubur dan digunakan sekadar untuk guyonan, ledek-ledeka...
  • Dongeng Binatang sampai Hemingway
    on Aug 3, 2015 in Catatan Budaya Kompas Raka Santeri
    Karya-karya Ernest Hemingway, seperti novel The Old Man and the Sea atau cerpennya ”The Snows of Kilimanjaro”, sudah banyak dikenal pembaca. Kedua kisah yang masing-masing menceritakan prinsip kehidupan seorang nelayan tua di Kuba, dan jejak safa...
  • Robohnya Soetedja KamiDi tepinya sungai Serayu/waktu fajar menyingsing/BEBERAPA hari yang lalu, saya melakukan perjalanan dari Yogyakarta ke Purwokerto dengan menggunakan moda transportasi kereta api. Dua baris lirik lagu di atas saya dengar dalam bentuk instrumen saat ke...
  • Transendensi "Liyan"
    on Jul 30, 2015 in Indra Tranggono Kompas Opini
    Arti liyan tidak sebatas orang lain. Liyan memiliki dimensi sosial, kultural, dan spiritual, yaitu orang lain direngkuh menjadi saudara sebangsa, dihormati pikiran, perasaan, ekspresi budaya, dan keyakinan religiositasnya. Gagasan ini kiranya yang bi...
  • Menghubungkan Masa lalu, Kini dan Nanti
    on Jul 27, 2015 in Arahmaiani Esai Budaya Kompas
    Mengenang, menggali, dan menghidupkan kembali budaya kreativitas masa lalu adalah kebiasaan baik dan penghormatan pada usaha manusia. Apakah itu leluhur suku tertentu ataupun bangsa tertentu dengan segala perbedaan dan kesamaannya adalah cermin usaha...
Close